Tampilkan postingan dengan label Bumi dan Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi dan Alam. Tampilkan semua postingan
Penangan Longsor
penjarahan dan perluasan tanaman industri, perkebunan, pertambangan, permukiman, dan kebakaran hutan telah menjadi penyumbang terbesar hilangnya setengah luas hutan hujan tropis di Indonesia secara keseluruhan, dan bersamaan dengan itu musnah pula berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Indonesia yang pernah dikenal sebagai negara megabiodiversity terbesar di dunia, dengan keragaman hayatinya yang melimpah, agaknya sekarang hanya tingal kenangan.Kerusakan hutan ini juga berakibat terjadinya erosi, sehingga lahan {soil) tidak bisa melakukan fungsinya sebagai unsur produksi media pengatur tata air (hidrologik) dan media perlindungan alam lingkungan (ekologik). Oleh karena itu, sosialr isasi menjadi hal yang penting dan genting dalam pencegahan dan penanganan longsor.Sosialisasi mengenai pencegahan lan penanganan bencana longsor ini dapat berjalan efektif, jika di dalam diri masyarakat terdapat keinginan yang kuat untuk secara bersama-sama meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh longsor. Di sini berbagai bentuk pengetahuan lokal perlu dipahami, dihargai, dan dijadikan pedoman utama dalam kehidupan masyarakat.Tanpa memahami sistem pengetahuan masyarakat lokal terhadap bencana longsor, sosialisasi pencegahan dan penanganan bencana tersebut tidak akan efektif.
Kebakaran Hutan dan Longsor
Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan sering terjadi di Indonesia. Padahal, seperti yang kita ketahui fungsi hutan adalah sebagai paru-paru dunia. Indonesia memiliki berbagai jenis hutan. Seperti hutan lindung, hutan suaka marga satwa dan hutan tropis. Apabila kita tidak menjaga kelestarian hutan, maka pasokan oksigen akan berkurang. Belum lagi adanya pemanasan global. Beberapa penyebab terjadinya kebakaran hutan.
1. Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.
2. Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan lupa
mematikan api di perkemahan.
3. Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.
4. Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan
pertanian baru dan tindakan vandalisme.
5. Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut
kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.
Dampak yang ditimbulkan dari kebakaran liar adalah:
1. Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer.
2. Terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena kebakaran.
3. Menyebabkan banjir selama beberapa minggu di saat musim hujan dan kekeringan di saat
musim kemarau.
4. Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya jalur pengangkutan lewat
sungai dan menyebabkan kelaparan di daerah-daerah terpencil. Kekeringan juga akan
mengurangi volume air waduk pada saat musim kemarau yang mengakibatkan terhentinya
pembangkit listrik (PLTA) pada musim kemarau.
5. Terjadinya tanah longsor.
6. Musnahnya bahan baku industri perkayuan.
7. Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan kanker
paru-paru.
Tanah Longsor
Pada prinsipnya, tanah longsor terjadi apabila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan. Musim kering yang panjang menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Sehingga, mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga-rongga dalam tanah. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya retakan dan rekahan permukaan tanah.
Pada waktu turun hujan, air akan menyusup ke bagian tanah yang retak sehingga dengan cepat tanah akan mengembang kembali. Pada awal musim hujan dan intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat.
Hujan lebat yang turun pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkn gerakan lateral.
Dengan adanya vegetasi di permukaannya akan mencegah terjadinya tanah longsor. Karena air akan diserap oleh tumbuhan dan akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat taah.
Lereng atau tebing yang terjal terbentuk akan memperbesar gaya pendorong. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 derajat, apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.
Faktor iklim (hujan), dapat memicu tanah yang pada saat musim kemarau terjadi rekahan-rekahan oleh hilangnya kandungan air pada tanah karena proses pengupan, maka ketika hujan tiba, air memasuki retakan tersebut yang menyebabkan tanah kembali mengembang. Pada beberapa daerah, terjadinya hujan dengan intensitas tinggi sehingga membuat kadar air tanah cepat jenuh sehingga memicu tanah mudah longsor di daerah berlereng curam.
Kebakaran hutan sering terjadi di Indonesia. Padahal, seperti yang kita ketahui fungsi hutan adalah sebagai paru-paru dunia. Indonesia memiliki berbagai jenis hutan. Seperti hutan lindung, hutan suaka marga satwa dan hutan tropis. Apabila kita tidak menjaga kelestarian hutan, maka pasokan oksigen akan berkurang. Belum lagi adanya pemanasan global. Beberapa penyebab terjadinya kebakaran hutan.
1. Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.
2. Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan lupa
mematikan api di perkemahan.
3. Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.
4. Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan
pertanian baru dan tindakan vandalisme.
5. Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut
kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.
Dampak yang ditimbulkan dari kebakaran liar adalah:
1. Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer.
2. Terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena kebakaran.
3. Menyebabkan banjir selama beberapa minggu di saat musim hujan dan kekeringan di saat
musim kemarau.
4. Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya jalur pengangkutan lewat
sungai dan menyebabkan kelaparan di daerah-daerah terpencil. Kekeringan juga akan
mengurangi volume air waduk pada saat musim kemarau yang mengakibatkan terhentinya
pembangkit listrik (PLTA) pada musim kemarau.
5. Terjadinya tanah longsor.
6. Musnahnya bahan baku industri perkayuan.
7. Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan kanker
paru-paru.
Tanah Longsor
Pada prinsipnya, tanah longsor terjadi apabila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan. Musim kering yang panjang menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Sehingga, mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga-rongga dalam tanah. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya retakan dan rekahan permukaan tanah.
Pada waktu turun hujan, air akan menyusup ke bagian tanah yang retak sehingga dengan cepat tanah akan mengembang kembali. Pada awal musim hujan dan intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat.
Hujan lebat yang turun pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkn gerakan lateral.
Dengan adanya vegetasi di permukaannya akan mencegah terjadinya tanah longsor. Karena air akan diserap oleh tumbuhan dan akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat taah.
Lereng atau tebing yang terjal terbentuk akan memperbesar gaya pendorong. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 derajat, apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.
Faktor iklim (hujan), dapat memicu tanah yang pada saat musim kemarau terjadi rekahan-rekahan oleh hilangnya kandungan air pada tanah karena proses pengupan, maka ketika hujan tiba, air memasuki retakan tersebut yang menyebabkan tanah kembali mengembang. Pada beberapa daerah, terjadinya hujan dengan intensitas tinggi sehingga membuat kadar air tanah cepat jenuh sehingga memicu tanah mudah longsor di daerah berlereng curam.
Waspada Tsunami Matahari
Para ilmuwan NASA mengeluarkan peringatan tsunami. Tapi ini bukan sembarang tsunami. Ini adalah tsunami Matahari yang akan menghantam Bumi dan dikhawatirkan mengganggu sistem komunikasi.

10 Tempat yang Indah di Asia
Negara Gujarat adalah tempat yang paling penting dari produksi kapas dan garam. Juga, Mahatma Gandhi, bapak bangsa India, adalah Gujarati. Antara 2005 dan 2006, hujan deras yang dibawa oleh monsun menyebabkan banjir yang parah dan membunuh ribuan nyawa. Diperkirakan bahwa perubahan iklim akan membawa negara barat India semakin banyak badai dan banjir tidak dapat diprediksi.
Maladewa
Maladewa merupakan negara kepulauan, yang terdiri dari 1.200 pulau di Samudera Hindia. Yang paling terkenal untuk pemandangan yang indah: pantai putih, pohon kelapa bergoyang-goyang, karang warna-warni dan sinar matahari berlimpah. 80 persen dari rata-rata ketinggian Maladewa kurang dari satu meter. Jika kenaikan permukaan laut terus perubahan iklim global, ini surga yang indah mungkin akan lenyap di bawah laut cepat atau lambat. |
Bangkok, ibukota Thailand, yang terletak di Delta Chao Phraya. Kota ini merupakan pusat politik, ekonomi, budaya dan pendidikan dari Thailand. Bangkok berposisi rendah dan selalu terancam oleh banjir selama musim hujan. Selain itu, formasi geologis, urbanisasi berlebihan dan eksploitasi air tanah menghasilkan kerusakan yang cepat tanah di Bangkok. Diperkirakan bahwa sebagian besar kota Bangkok akan tenggelam di bawah permukaan laut sampai akhir abad ini. India |
Cherrapunji, India, 1290 meter di atas permukaan laut, menerima sebagian besar curah hujan tahunan terbesar di dunia. Tapi 98 persen dari curah hujan lokal terjadi Maret sampai Oktober setiap tahun, dan hanya empat bulan tersisa, akan menjadi iklim agak kering. Tidak ada waduk untuk penyimpanan air hujan di sana. Juga untuk perubahan iklim global baru-baru ini, pencemaran lingkungan, penggundulan hutan dan erosi tanah, penduduk lokal bahkan tidak mendapatkan cukup air untuk hidup pada musim kemarau. Indonesia |
Pulau Komodo di Indonesia adalah yang paling terkenal akan kejernihan lautnya dan kehidupan laut tropis yang beragam, sehingga dijadikan Mekah-nya penyelam seluruh dunia. Apa lagi yang dikenal di pulau Komodo adalah kadal terbesar di dunia - Komodo. Naiknya permukaan laut telah mengancam keberadaan hutan bakau pesisir dan pantai. Sementara itu, pengasaman dan perubahan temperatur air laut dapat membunuh karang di sekitar pulau. Jepang |
Ada sekitar 1.200 crane mahkota merah yang tinggal di kota Kushiro Sawah Hokkaido, Jepang. Ini adalah surga untuk berkembang biaknya burung langka. perburuan besar-besaran oleh umat manusia dan naiknya permukaan air laut, maka lahan basah Kushiro berkurang tahun ke tahun. Dan habitat crane mahkota merah juga banyak berkurang Himalaya |
Sungai Sindhu berasal dari gletser di Himalaya dan lebih dari 3000 kilometer. Sungai ini menciptakan hutan, tempat dan desa-desa di sepanjang jalan, sehingga menjadi sumber penting untuk irigasi. Mengecilnya gletser dan perubahan curah hujan yang tidak teratur dapat meningkatkan masalah kekurangan air setempat. |
Indonesia Kalimantan (Borneo) Indonesia adalah pulau terbesar ketiga di dunia. Sekitar 50 persen dari pulau ini ditutupi oleh hutan primitif. Dan berbagai spesies langka hidup di hutan tropis misterius ini. akan tetapi penebangan berlebihan, perluasan perkebunan sawit dan pembangunan jalan, menyebabkan menyusutnya hutan tropis. perubahan iklim global juga mengakibatkan kepunahan flora lokal dan penyebaran malaria. Suhu yang tinggi dan kering juga meningkatkan bahaya kebakaran hutan. Siberia |
Selatan pegunungan Altai Siberia adalah biogeografi daerah pegunungan Siberia barat. Wilayah ini urutan paling lengkap untuk zona vegetasi di Siberia, muali dari padang rumput, hutan, hutan campuran, vegetasi alpine subalpine untuk vegetasi. Situs ini juga merupakan habitat penting untuk spesies hewan langka seperti macan tutul salju. Dari abad terakhir, temperatur di daerah ini terus meningkat, dan peneliti bahwa dalam beberapa dekade mendatang akan mengancam sistem ecological yang unik. Nepal |
Gunung Qomolangma adalah gunung tertinggi di Bumi di atas permukaan laut, dan titik tertinggi bumi. Berbagai jenis hewan langka terancam punah menghuni di sini, termasuk macan tutul salju, panda juga hidup pada sisi yang lebih rendah dan seterusnya. Para ilmuwan telah mengklaim bahwa sekitar dua pertiga dari gletser telah mencair. gletser mencair dapat menyebabkan perluasan danau glasial yang akan mengakibatkan beberapa bencana alam termasuk banjir dan tanah longsor.
Mengapa Pelangi Melengkung ?
Tahukah anda, mengapa Pelangi melengkung ?
Kenapa tidak bulat / persegi atau yang lainnya ?
Kenapa tidak bulat / persegi atau yang lainnya ?
Pelangi yang indah di langit sedang memanjakan mata kita. Di langit yang masih sejuk akibat tetesan hujan, sungguh sangat membuai hati kita menjadi damai. Tapi pernahkah anda berpikir mengapa pelangi yang indah itu melengkung ?
Kenapa tidak bulat/lurus/persegi dll ?
Pertama-tama titik-titik hujan membiaskan cahaya tampak dan membuat cahaya putih tersebut terpisah menjadi tujuh warna penyusunnya. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu adalah warna-warna penyusun warna putih.
Ternyata untuk melihat pelangi yang indah terdapat berbagai syarat. Syarat pertama ialah kita harus membelakangi sumber cahaya saat melihat pelangi. Dalam hal ini, sumber cahaya yang dimaksud ialah matahari. Syarat kedua ini adalah penyebab mengapa pelangi melengkung yaitu kita harus melihat pelangi dari sudut sekitar 40 derajat selain dari sudut ini pelangi tidak akan terlihat dengan baik. Oleh karena itu, pelangi terlihat melengkung di langit luas. Bayangkan dan anda akan mengerti...
Sumber : Sayakasihtahu.com
Misteri Hujan Berwarna di Kerala
Tidak ada yang mengerti apa yang sedang terjadi, Pada saat itu, 25 Juli 2001, hujan lebat dengan air berwarna merah menghujani negara bagian Kerala di India. Hujan itu berlangsung hingga September 2001.
Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi !
Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.
Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.
Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.
Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.
Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup.
Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.
Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.

Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.
Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.
Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.
Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor.
McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit.
36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19.
McCafferty mengatakan, "kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja."
Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.
Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet.
Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis "luar bumi".
Mungkinkah mereka benar ?
Sumber : Apakabardunia.com
Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi !
Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.
Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.
Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.
Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.
Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup.
Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.
Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.

Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.
Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.
Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.
Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor.
McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit.
36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19.
McCafferty mengatakan, "kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja."
Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.
Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet.
Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis "luar bumi".
Mungkinkah mereka benar ?
Sumber : Apakabardunia.com
Aurora
Aurora cemerlang penuh warna, indah penuh pesona. Ini adalah cahaya yang dipancarkan setelah mendapat benturan karena dalam atmosfer mengandung sejumlah besar gas dari unsur yang berbeda. Umumnya Cahaya Kutub yang sering ditemui berwarna hijau kekuningan, ini disebabkan bagian partikel yang membawa energi berbenturan dengan molekul oksigen yang hanya berjarak 20km dari permukaan bumi: ketika molekul nitrogen mendapat benturan partikel, akan memancarkan cahaya ungu kemerahan. Nitrogen, akan memancarkan cahaya biru: sedangkan nitrogen yang netral akan memancarkan cahaya merah. Karena itu, orang-orang baru dapat melihat garis cahaya merah, biru, hijau dan ungu yang berselang-seling menyelimuti angkasa. Bahkan aurora yang indah cermerlang memperlihatkan bentuk yang selalu berubah, ada yang berbentuk tirai, busur, pita, sinar dan berbagai macam bentuk lainnya.
Kuat atau lemahnya solar wind dipengaruhi aktivitas di permukaan matahari, saat matahari semakin aktif, bintik di permukaan semakin banyak atau terjadi letusan protuberan atau lubang korona semakin besar, solar wind yang dipancarkan semakin kuat. Partikel bermuatan listrik yang terkandung di dalamnya semakin banyak: saat solar wind yang lebih padat ini melintas di sekitar bumi pasti akan menghasilkan aurora yang lebih indah dan menyilaukan, saat itulah orang-orang dapat menyaksikan pemandangan aurora yang lebih indah dibanding tahun-tahun biasa, atau kawasan yang bergaris lintang lebih rendah juga akan muncul aurora. Misalnya pada akhir Oktober atau awal November 2003, terjadi fenomena gemerlapan super tingkat X berkali-kali secara berturut-turut dan semburan materi korona di permukaan matahari, bahkan dapat melihat aurora di Florida AS yang garis lintangnya hanya 40 derajad.
Munculnya aurora harus memiliki dua prasyarat, pertama suhu harus rendah, kedua cuaca harus cerah. Sejumlah besar negara di dunia juga kerap akan tampak aurora, di antaranya termasuk Norwegia, Rusia, Finlandia, Kanada bagian utara dan Alaska, AS dan dll.Di Ft. Mc. Murray, Kanada dan White House selain relatif murah, merupakan tempat pemandangan terbaik aurora, waktunya adalah setiap tahun pada Oktober dan April tahun berikutnya.
Gempa Chile telah membuat hari makin pendek
Gempa Chile telah membuat hari makin pendek dengan membuat Bumi berputar lebih cepat, menurut para ilmuwan NASA. Tapi kita mungkin tidak menyadarinya, karena hanya dipersingkat sekitar satu milyar per detik.
Richard Gross mengungkapkan, bencana gempa ini memendekkan panjang hari sekitar 1,26 mikrodetik (satu mikrodetik adalah sepersejuta detik). Gempa berkekuatan 8,8 skala Richter menghantam negara di Amerika Selatan pada Sabtu lalu yang menewaskan sedikitnya 795 orang dan melukai ratusan lainnya.
Gempa tersebut menggeser sumbu planet sekitar delapan sentimeter. Gross, dari Laboratorium NASA di Pasadena, California, mengatakan gempa Sumatra yang berkekuatan 9,1 pada tahun 2004 juga telah memendekkan panjang hari 6,8 mikrodetik.
Dia menyatakan perubahan yang dihitung dalam hari panjang yang permanen. Namun Gross menambahkan, "Perubahan-perubahan ini sangat, sangat kecil." Panjang hari adalah waktu yang diperlukan planet bumi untuk menyelesaikan satu rotasi atau putaran 86.400 detik atau 24 jam.
Gempa bumi dapat membuat bumi berotasi lebih cepat dengan mendorong sebagian massa lebih dekat ke sumbu planet, seperti pemain es skating dapat mempercepat putarannya dengan menarik bagian lengan mereka.
Sebaliknya, suatu gempa dapat memperlambat rotasi dan memperpanjang hari jika meredistribusi massa menjauh dari sumbu, Gross menambahkan.
Gempa tersebut menggeser sumbu planet sekitar delapan sentimeter. Gross, dari Laboratorium NASA di Pasadena, California, mengatakan gempa Sumatra yang berkekuatan 9,1 pada tahun 2004 juga telah memendekkan panjang hari 6,8 mikrodetik.
Dia menyatakan perubahan yang dihitung dalam hari panjang yang permanen. Namun Gross menambahkan, "Perubahan-perubahan ini sangat, sangat kecil." Panjang hari adalah waktu yang diperlukan planet bumi untuk menyelesaikan satu rotasi atau putaran 86.400 detik atau 24 jam.
Gempa bumi dapat membuat bumi berotasi lebih cepat dengan mendorong sebagian massa lebih dekat ke sumbu planet, seperti pemain es skating dapat mempercepat putarannya dengan menarik bagian lengan mereka.
Sebaliknya, suatu gempa dapat memperlambat rotasi dan memperpanjang hari jika meredistribusi massa menjauh dari sumbu, Gross menambahkan.
Tempat Terdingin di Dunia
Ilmuwan telah mengidentifikasi tempat yang dipercayai sebagai yang paling dingin di dunia. Lokasi yang dikenal dengan nama Ridge A itu terletak 14.000 meter dan berlokasi di dataran tinggi Antartika.
Saat musim dingin tempat itu memiliki rata-rata temperatur minus 70 derajat celcius dan sangat terpencil, sehingga diperkirakan belum ada manusia yang ke sana.

Sebuah tim ilmuwan dari Amerika dan Australia mengidentifikasi Ridge A dari gambar satelit dan model klimatologi saat mencari lokasi observasi terbaik di dunia. Lokasi tersebut berada di teritorial antartika Australia, hampir 90 mil dari tempat observasi robot yang sudah lebih dulu ada.

Will Saunders, kepala studi mencatat bahwa selain suhu yang sangat rendah, lokasi tersebut memiliki kandungan air yang sangat rendah di udara. "Di sana begitu tenang dan hampir tidak ada angin bahkan cuaca," katanya.
Kombinasi dari seluruh elemen tersebut menjadikan tempat itu sangat sempurna untuk pos observasi astronomi. "Gambar-gambar astronomi yang diambil dari Ridge A, paling tidak tiga kali lebih tajam dari tempat yang biasa digunakan para astronom," kata Saunders.

Karena langit lebih gelap dan tidak berawan, berarti teleskop sederhana memiliki kekuatan yang sama dengan teleskop terbesar dimana pun di muka bumi. Para ilmuwan percaya jika teleskop yang diletakkan di lokasi tersebut dapat mendekati kualitas foto teleskop Hubble yang berada di luar angkasa. Saat ini tempat observasi terbaik di bumi terletak di atas sebuah gunung di Hawaii dan Chile.
Saat musim dingin tempat itu memiliki rata-rata temperatur minus 70 derajat celcius dan sangat terpencil, sehingga diperkirakan belum ada manusia yang ke sana.

Sebuah tim ilmuwan dari Amerika dan Australia mengidentifikasi Ridge A dari gambar satelit dan model klimatologi saat mencari lokasi observasi terbaik di dunia. Lokasi tersebut berada di teritorial antartika Australia, hampir 90 mil dari tempat observasi robot yang sudah lebih dulu ada.

Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Mungkin kalian sudah pernah mengetahui siapa penemu telepon, komputer dan sebagainya. Tapi apakah kalian sudah pada tahu siapa penemu emotic...
-
Percaya atau engga, menurut hasil riset sebuah universitas di Amerika Serikat, menyebutkan ada beberapa faktor kekurangan kaum Adam ternyata...
-
Meninggalkan rokok itu tak semudah ganti baju butuh waktu kan sob, jadi kurangngilah sedikit demi sedikit pastikan nanti sembuh sendiri... ...
-
Uang , siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting ...
-
Pupuh adalah bentuk puisi tradisional bahasa Sunda yang memiliki jumlah suku kata dan rima tertentu di setiap barisnya. Terdapat 17 jenis p...

